JAKARTA - Dalam momen perayaan Imlek 2026 yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbagi pesan penting dari sang ayah, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kepada para kader Partai Demokrat.
AHY menekankan pentingnya mengedepankan loyalitas kepada negara melebihi loyalitas kepada partai, yang menjadi salah satu prinsip dasar yang diajarkan oleh SBY kepada seluruh kadernya.
Dalam kesempatan tersebut, AHY mengungkapkan bahwa SBY sering mengingatkan mereka untuk selalu menjunjung tinggi negara dan bangsa di atas segalanya.
“Pak SBY sering mengingatkan kita, loyalty to my party ends when loyalty to my country begins (loyalitas ke partai berakhir saat loyalitas ke negara dimulai),” kata AHY.
Hal ini, menurut AHY, merupakan bagian dari filosofi yang membentuk DNA Partai Demokrat, yang menekankan bahwa loyalitas kepada negara adalah hal yang tak bisa ditawar-tawar.
Janji dan Sumpah Kader Demokrat
Pesan ini, menurut AHY, bukan hanya sebuah nasihat, tetapi juga merupakan bagian dari janji dan sumpah yang diambil oleh para kader Partai Demokrat. Kader-kader Partai Demokrat diwajibkan untuk selalu mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan partai.
AHY menegaskan bahwa prinsip "country over party" atau bangsa dan negara di atas segalanya, adalah dasar yang harus dijunjung tinggi oleh setiap anggota partai.
"Bangsa dan negara di atas segalanya. Itu janji dan sumpah kami semua yang pernah mengemban tugas sebagai prajurit dan tentu DNA ini mengalir kuat di tubuh Partai Demokrat," tegas AHY dengan penuh keyakinan.
Menurutnya, ini adalah komitmen yang harus dipegang teguh oleh setiap individu di Partai Demokrat, baik dalam menjalankan tugas politiknya maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menghargai Keragaman dan Nilai Agama
Selain berbicara tentang loyalitas kepada negara, AHY juga menyinggung pentingnya menghargai nilai-nilai religi dan keberagaman yang ada di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, AHY menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya, harus terus memuliakan setiap nilai agama dan tradisi yang ada di masyarakat.
“Perhelatan hari ini menjadi sebuah testament, sebuah bukti bahwa Indonesia beragam, tapi kita benar-benar sangat menghormati dan toleran satu sama lain, baik dalam merayakan hari-hari keagamaan maupun hari-hari yang spesial seperti Imlek kali ini,” ungkap AHY.
Ia menekankan bahwa Partai Demokrat adalah rumah besar bagi semua kelompok di Indonesia tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau budaya.
AHY juga menegaskan bahwa meskipun setiap individu memiliki identitas budaya dan agama masing-masing, hal yang lebih penting adalah membangun negara yang damai, progresif, dan maju untuk semua warganya.
“Tentu kita mencintai akar budaya kita masing-masing, kita devoted untuk agama kita masing-masing, tapi di atas segalanya kita ingin menghadirkan rumah yang nyaman, rumah yang membawa kedamaian tapi juga membawa progres, kemajuan untuk semua,” tambah AHY.
Pentingnya Persatuan di Era Digital
Di tengah derasnya arus informasi, AHY juga mengingatkan bahwa penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan di antara keberagaman yang ada, terutama dalam menghadapi tantangan di dunia digital dan media sosial.
Dalam banyak kasus, disinformasi dan hoaks sering kali tersebar dengan cepat melalui platform digital, yang bisa memecah belah masyarakat.
“Kita sering sekali terjebak dalam sebuah tsunami informasi, disinformasi terjadi, misinformasi terjadi, sering kita tidak mengetahui mana yang benar mana yang salah, mana yang aktual mana yang merupakan fake news ataupun hoaks,” ujar AHY.
Namun, AHY mengajak semua pihak untuk terus mengingatkan diri sendiri dan generasi penerus untuk tetap menjaga prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti meskipun berbeda-beda, kita tetap satu.
"Unity in Diversity should not be taken for granted," seru AHY, menegaskan bahwa keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dianggap remeh. Indonesia, dengan segala perbedaan yang ada, harus tetap bersatu dalam menghadapi tantangan-tantangan global yang semakin kompleks, terutama dalam dunia yang serba terhubung dan dipenuhi dengan informasi yang beragam.