Pertamina Patra Niaga Ubah Limbah Jadi Energi Ramah Lingkungan

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:08:11 WIB
Pertamina Patra Niaga Ubah Limbah Jadi Energi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga menghadirkan pendekatan inovatif dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat melalui Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah (SI CADIAK). 

Program ini tidak hanya menekankan aspek lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi, dan meningkatkan kesejahteraan warga di Nagari Padang Toboh, Sumatera Barat. 

Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan energi dan masyarakat lokal bisa bersinergi untuk menciptakan solusi berkelanjutan.

“Ini jadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan warga mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Tak hanya selesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun.

Program SI CADIAK menjadi salah satu program andalan perusahaan dalam mendukung kriteria Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). 

Pendekatan berbasis inovasi ini tidak hanya memberi manfaat lokal, tetapi juga menjadi model pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di daerah lain.

Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan

Di Nagari Padang Toboh, pengelolaan limbah pertanian dan peternakan menjadi tantangan utama. Jerami padi dan kotoran ternak yang sebelumnya hanya menjadi sisa hasil panen kini diolah menjadi produk bernilai melalui pendekatan eco-inovasi. 

Langkah ini membantu menekan praktik pembakaran terbuka, meminimalkan dampak lingkungan, dan meningkatkan pemanfaatan potensi lokal.

“Kongkretnya, program ini mengubah limbah jerami dan kotoran ternak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan,” jelas Roberth.

Hasilnya, sebanyak 894 ton jerami per tahun dan 864 ton kotoran ternak berhasil diolah menjadi kompos, bioetanol, serta parfum jerami ramah lingkungan bernama ARUWA. 

Produk-produk ini juga mendukung Program Sawah Pokok Murah dan menghasilkan energi baru terbarukan melalui PLTS yang dimanfaatkan Learning Center UKASEMA.

Langkah ini menunjukkan bagaimana limbah yang semula hanya menjadi beban bisa diubah menjadi sumber pendapatan baru, sekaligus mendukung keberlanjutan ekologi setempat.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Program SI CADIAK memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengurangan emisi karbon tercatat hingga 1.305 ton CO?e per tahun, sementara kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menurun hingga 80 persen antara 2022–2025. 

Pendekatan ini juga meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 63 persen melalui diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian.

Dengan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan, masyarakat setempat dapat merasakan manfaat langsung berupa kualitas udara lebih baik, lingkungan lebih bersih, serta akses energi terbarukan yang mendukung kebutuhan lokal. P

endekatan ini sejalan dengan tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin pertama (tanpa kemiskinan) dan poin delapan (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi).

Selain itu, SI CADIAK mendukung poin 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, serta poin 13 mengenai penanganan perubahan iklim dengan mengurangi emisi dari pembakaran terbuka jerami.

Kolaborasi dan Pemberdayaan Berbasis Masyarakat

Keberhasilan SI CADIAK tidak lepas dari kolaborasi erat antara Pertamina Patra Niaga dan warga setempat. Program ini menekankan pemberdayaan masyarakat, sehingga limbah produktif menjadi peluang ekonomi, bukan sekadar masalah lingkungan. 

Pendekatan berbasis inovasi ini juga menekankan pengukuran dampak secara terstruktur, sehingga setiap kegiatan memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.

Roberth menegaskan, pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi menjadi kunci keberlanjutan program. “Dibutuhkan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat serta pengukuran dampak yang terstruktur dan terukur,” ujarnya.

Melalui SI CADIAK, Pertamina Patra Niaga membuktikan bahwa pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan mendukung ketahanan energi lokal. 

Program ini menjadi contoh sukses bagaimana inovasi perusahaan energi dapat bersinergi dengan potensi lokal untuk pembangunan berkelanjutan.

Terkini